/Mahasiswa Unila Diganggu Kunti Saat Mengajar Privat Malam
kuntilanak terbang

Mahasiswa Unila Diganggu Kunti Saat Mengajar Privat Malam

Sebagian dari kita mungkin masih ada yang tidak percaya dengan rumor seputar makhluk gaib yang barangkali ada di sekitar kita. Padahal bisa jadi rumor-rumor itu benar adanya dan banyak orang yang pernah menyaksikannya langsung. Bahkan tak jarang, mereka (makhluk-makhluk halus itu) memunculkan sosoknya langsung atau memberikan suara-suara mistis, rintihan, tangisan, bahkan gangguan-gangguan lain seperti kesurupan, menjahili orang yang menjadi targetnya, atau mendorong barang-barang di sekitar kita, juga menculiknya, membuat orang yang ditemuinya tidak sadar diri, dan bentuk-bentuk gangguan gaib lainnya.

Kali ini saya pribadi akan berbagi cerita tentang gangguan makhluk halus yang pernah dialami oleh rekan satu organisasi kampus saya. Sebut saja namanya Febri Irawan Faiz. Dia adalah alumni mahasiswa Universitas Lampung, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2009.

Dia juga teman satu fakultas dengan saya dan saya sendiri menempuh jenjang kuliah di Program Studi Pendidikan Biologi. Selain itu, dia satu partner dengan saya di organisasi kampus Unila, yaitu di UKM BIROHMAH Unila. Di UKM BIROHMAH Unila, Febri menjabat sebagai kepala bidang HUMAS (Hubungan Masyarakat) pada saat itu (kepengurusan 2012/2013), sementara saya sendiri menjabat sebagai bidang MCU (Media Center Unila).
Selain mengikuti kegiatan akademik di kampus, mengikuti organisasi kampus, saya kenal betul dengan Febri, dia juga adalah teman mengaji (BBQ/Bimbingan Baca Al-Qur’an) bareng dengan saya, Rizki Faya Islami, Istighfar Romadhon, Soni Satriansyah, Yudi Saputra, dan teman-teman lainnya yang satu paket angkatan masuk di Unila tahun 2009.

Guru mengaji kami pada waktu itu adalah Kak Haris (setelah follow up BBQ), dulu beliau adalah alumni dari Fakultas Hukum Universitas Lampung, dan pernah menjabat di kepengurusan BEM pada saat itu (maaf, lupa beliau angkatan tahun berapa). Tapi saya begitu kagum dengan sosok guru mengaji saya tersebut. Sebab, setiap satu pekan sekali beliau harus merelakan waktunya hanya untuk menemui kami—mengajarkan kami tentang ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadist, serta perkembangan islam dulu dan sekarang. Bagimana tabahnya kak Haris yang juga harus merelakan uangnya untuk mebeli tiket kereta dari sekitaran daerah Way Kanan (tempat ia tinggal) menuju Stasiun Kereta di Tanjung Karang Bandarlampung, itu semua demi kami. Juga ilmu, waktu, materi, serta makanan dan minuman yang sering ia sajikan di antara tempat duduk kami ketika sedang mengaji, sedang duduk melingkar—di dalam ruangan masjid kampus Al-Wasii Universitas Lampung.  

Namun, di atas perjumpaan pasti ada perpisahan. Semenjak pernikahannya kak Haris, akhirnya kak Haris merekomendasikan kami untuk berganti guru mengaji (TUTOR BBQ), sehingga pada saat itu digantikan dengan Kak Afif Bustomi. Tidak cukup lama belajar mengaji dengan kak Afif (karena beliau pada saat itu melanjutkan studi S2 di UNS Solo) dan akhirnya terakhir kami berganti lagi guru mengaji. Kali ini guru mengaji kami (tahun 2014) diampuh oleh Dosen dari teknik mesin Universitas Lampung yang juga dulu pernah menjadi lulusan S2 Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yapz kali ini kami memiliki guru mengaji yaitu biasanya kami panggil Ustadz Yahya.


Singkat cerita: Saya lupa betul waktu itu tanggal berapa, tapi yang jelas masih berkisar di tahun 2012-2013; dan tutor mengaji/BBQ masih dengan kak Haris. Seperti biasanya malam itu kami melakukan kegiatan rutin, kumpul bersama dengan tutor mengaji untuk melaksanakan kegiatan BBQ di masjid kampus Al-Wasii Universitas Lampung.Di dalam masjid waktu itu kami sebagai peserta mengaji/peserta BBQ/peserta halaqoh duduk melingkar, dan diantara kami ada kak Haris (Murrobi/guru mengaji kami). Kegiatan mengaji pada saat itu dimulai, mulai dari pembukaan dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an hingga penyampaian materi oleh Tutor, diskusi, sharing, dan pada akhirnya masuk pada kegiatan penutup. Sebelum kegiatan penutup (pada saat sesi sharing dibuka), Febri, rekan saya itu sempat bercerita tentang kejadian gaib yang menimpanya selama mengajar privat malam di salah satu rumah Siswa SMP Al-Kautsar. Lokasi rumah Siswa tersebut berada di daerah Hajimena Natar, yang merupakan perbatasan antara Lampung Selatan dengan kota Bandarlampung.Selain kuliah, organisasi, Febri ini sangat getol mencari uang tambahan kuliah melalui jasa mengajar privat. Tidak kenal lelah, bahkan mengajar privat-privat malam dan hingga harus masuk ke desa-desa pun ia sempat jalani.
Begini Ceritanya: Menjelang Ujian Nasional (UN), banyak Siswa-Siswi mencari jasa pengajar privat sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar di rumah. Saat itu, Febri mendapat job mengajar di rumah salah satu Siswi SMP kelas IX dari SMP Al-Kautsar Bandarlampung. Tanpa pikir panjang, Febri pun menerima tawaran mengejar tersebut. Bagaimanapun juga Febri nekat menembus kegelapan malam untuk menuju rumah siswi tersebut sesuai dengan jadwal kesepakatan.


Seperti yang diceritakan Febri, saat itu dirinya masuk ke pelosok desa, menyusuri jalan-jalan berbatu dan sempit serta lengang, di samping kanan dan kirinya itu adalah kebun warga, bahkan disitu banyak sekali pepohonan, mulai dari pohon rambutan, pohon bambu, dan jenis lainnya. Perjalan cukup jauh ia tempuh. Dan akhirnya ia pun tiba di rumah Siswi tersebut.

Menurut pemaparan rekan saya itu, rumah itu cukup jauh dari keramaian perkampungan warga, rumah tampak sederhana, rumahnya agak menyendiri, letaknya berjauhan/masuk dari jalan akses utama, rumah dipagar bambu, rumah itu juga baru dihuni, dekat perkebunan, dan menurut pantauannya di samping kanan kiri rumahnya itu terdapat banyak pohon ilalang yang tingginya hampir satu meter dan terkesan tidak diurus. Suasana malam itu menurutnya mencekam, gelap gulita, serta sepi.Saat itu yang tinggal di rumah hanya Siswi kelas IX, kakak tertuanya, serta Febri sebagai tutor mengajar privat. Maklum, setiap malam Ayahnya harus lembur di salah satu proyek perusahaan di Bandarlampung, sehingga baru pulang pukul 22.00 WIB. Menurut pemaparan Febri, mereka (pemilik rumah) ini adalah orang yang baru pindah di rumah ini. Ia mengontrak rumah ini belum lama, dan mereka adalah asli orang Yogyakarta.

Febri mengajar privat tepat setelah isya’ (sekitaran pkl.19:30 WIB). Mereka belajar di lantai dengan satu meja kecil tepat berada di ruang keluarga. Saat memulai kegiatan belajar di dalam rumahnya, kegiatan belajar berjalan dengan rapih, segala pertanyaan Siswi menurutnya sempat dijawab termasuk menuntun Siswi tersebut untuk mengerjakan PR-nya secara seksama. Namun, tidak disangka, selang beberapa menit setelah ia serius mengisi materi, terdengar dari luar rumah ada makhluk yang mendorong-dorong pintu ruang tamu dengan cukup keras serta tanpa mengucap salam. Febri pun terdiam dan memberi isyarat kepada si adik Siswi kelas IX tersebut untuk membukakan pintu. Pikir Febri saat itu kemungkinan ayahnya sudah pulang. Namun setelah pintu dibuka, ternyata kosong, tidak ada orang di luar rumah, dan pintu kembali ditutup. Akhirnya mereka melanjutkan sesi tanya-jawab dan belajar seperti biasanya. Selang beberapa menit lagi gangguan itu muncul, pintu kembali didobrak-dobrak tidak karuan dari luar, pintu seolah-olah gerak sendiri seolah-olah ada orang yang melakukan aksi pendobrakan itu. Akhirnya dibukalah kembali pintu itu, dan lagi-lagi tidak ada orang atau makhluk lain di luar rumah.

Dan Febripun sempat tertegun dan sedikit agak terusik dengan gangguan itu. Semula Febri biasa saja, namun lama kelamaan ia pun semakin curiga, dan menebak pasti ada yang tidak beres.Tanpa rasa takut yang berlebih, Febri dan adik Siswi kelas IX itu akhirnya diam sejenak, sementara suasana semakin hening, sepi, dan hanya ada tulisan-tulisan bekas mereka belajar. Namun, suasana di luar dan di dalam ruangan semakin menjadi-jadi, tidak hanya aksi pendobrakan pintu akan tetapi saat itu Febri dan adik Siswi kelas IX itu mendengar jelas dari samping jendela tempat mereka belajar ada suara rintihan, tangisan seorang wanita.

Suaranya mulanya agak kecil, namun lama kelamaan semakin mendekat suaranya. Menurut pemaparan Febri suaranya sangat kuat sekali. Sampai mereka berdua sedikit ketakutan, serta panik dibuatnya. Akhirnya selang beberapa detik suara itu hilang. Namun, beberapa detik kemudian suara itu malah menjadi-jadi; benar sekali jika Febri mengatakan itu adalah gangguan dari suara gaib “KUNTILANAK”.

Febri menyebutkan KUNTILANAK itu bersuara sembari tertawa bercampur merintih; sangat nyaring dan jelas sekali didengarnya, hingga di dalam ruangan itu penuh dengan suara-suara itu. Suaranya menurut Febri meneror lebih dari 60 detik. Durasi yang cukup lama bukan? Bayangkan betapa takutnya jika dihadapkan dengan suara-suara misterius seperti itu selama 1 menit?.Namun, sosok penampakkan kuntilanak itu tidak terlihat betul, namun hanya suaranya yang melengking tepat di balik jendela rumah itu. Selang beberapa menit kemudian suara dan gangguan makhluk halus itu hilang. Sementara itu, beberapa jam setelah kejadian itu, setelah kondisi dirasa sudah cukup aman, akhirnya Febri berusaha izin pamit pulang. Setelah diizinkan, lalu Febri melintasi halaman rumah, kemudian menuju jalan yang gelap gulita dan sunyi sembari mengendarai sepeda motornya.

****

Keesokan harinya, Febri datang kembali untuk mengajar privat, tapi kali ini ia datang siang hari. Saat itu, Febri menanyakan tentang kejadian tadi malam. Menurut pemaparan adik Siswi kelas IX SMP itu, memang diyakini setiap habis isya (kisaran di atas pkl.19.30-an) memang sering muncul suara-suara aneh seperti itu. Pemaparan adiknya ini juga diperkuat oleh kakak perempuan adik itu yang menyatakan bahwa dirinya pernah melihat sosok wanita mengenakan pakaian putih panjang dan duduk persis di bak mandi yang ada di dalam WC rumah itu.


Demikian ceritanya. Ini kisah benar-benar apa adanya dan langsung dialami oleh teman saya sendiri, Febri Irawan Faiz seorang guru sarjana pendidikan (S.Pd) yang tak kenal lelah menyampaikan ilmunya walau harus mengajar privat malam-malam ke pelosok desa. Oh iya, ada salah satu temen yang menanyakan ke orang yang mengalaminya (ke Febri Irawan Faiz), lalu Febri merespon cerita hantu di postingan saya ini “BENAR”.

Mungkin anda juga ada yang pernah mengalami hal-hal gaib, atau serupa dengan cerita di atas? Silahkan bagikan kisahmu dengan berkomentar pada kolom komentar di bawah ini.